Jl. Jend. Sudirman Timur No. 50

Telp./Fax. (0285) 321542 PEMALANG - JAWA TENGAH - INDONESIA
Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Kemendag Dukung UKM Berprestasi Pameran di Kancah Internasional

Hal itu sebagai komitmen untuk mendukung UKM berkiprah di pasar internasional.




JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) dukung keikutsertaan Bamboomedia ikut berbagai pameran dagang internasional karena mampu menembus pasar ekspor baru. Hal itu sebagai komitmen untuk mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) berkiprah di pasar internasional.

Tak terkecuali PT. Bamboomedia Cipta Persada, UKM  yang bergerak dibidang piranti lunak untuk petunjuk dan pelatihan berbahasa Indonesia yang mempelajari berbagai produk perangkat lunak standar, seperti produk-produk dari Microsoft.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, Bamboomedia sebagai UKM telah memenangkan banyak penghargaan industri di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Hal ini terbukti dengan terpilihnya Bamboomedia untuk menerima penghargaan Ekspor Primaniyarta dari Kementerian Perdagangan di tahun 2011.

“Bamboomedia adalah salah satu dari tiga perusahaan yang terpilih di tahun tersebut untuk kategori Eksportir Barang dan Jasa Ekonomi Kreatif,” ujar Bayu di kantornya, Selasa (11/12).

Menurut Bayu, perusahaan tersebut juga telah mendapatkan manfaat teknis dan komersial oleh adanya hubungan dan kerja sama dengan perusahaan internasional yang besar dan Indonesia dibidang Technology Information (TI).

“Selain itu, kapasitas proaduktif dan keunggulan kompetitif di industri perangkat lunak tidak tercipta melalui investasi bangunan fisik atau peralatan, namun diperoleh melalui pengembangan kekayaan intelektual dan aset tidak berwujud yang lain,” paparnya.

Sumber  :  Jaring News

Nilai impor naik 12 persen

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor pada Oktober 2012 mencapai 17,21 miliar dolar AS atau naik 12,16 persen dari nilai impor bulan sebelumnya.Menurut data BPS yan dipublikasikan pada Senin, nilai impor selama Oktober 2012 juga tercatat lebih tinggi 10,82 persen dibandingkan dengan nilai impor pada kurun yang sama tahun lalu.

Nilai impor nonmigas Oktober 2012 tercatat 13,38 miliar dolar AS atau 12,35 persen dari bulan sebelumnya dan naik 11,10 persen dibandingkan nilainya pada periode yang sama tahun 2011. Kenaikan nilai impor nonmigas terbesar selama bulan itu terjadi pada golongan barang kapal terbang dan bagiannya, pupuk, serta barang dari besi dan baja.




“Kenaikan impor terutama didorong pembelian pesawat, komponen dan mekanik pesawat,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmita Hadi Wibowo. Menurut dia, selama Oktober 2012 Indonesia mengimpor delapan unit pesawat dengan nilai 331,1 juta dolar AS, naik sektiar 234 persen dibanding sekitar 99,1 juta dolar AS pada September 2012.

“Impor pesawat tersebut terealisasi pada Oktober 2012 oleh sejumlah maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya, Wing Air maupun Lion Air,” katanya. Sementara impor migas pada bulan Oktober tahun ini nilainya juga naik 11,48 persen dari bulan sebelumnya menjadi 3,84 miliar dolar AS. Secara kumulatif, nilai impor Indonesia sepanjang Januari-Oktober 2012 mencapai 159,18 miliar dolar AS, naik 9,35 persen dibanding periode sama tahun 2011.

Khusus barang nonmigas, nilai impornya selama 10 bulan pertama tahun 2012 mencapai 34,79 miliar dolar aS, naik 3,53 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ke Indonesia selama Januari-Oktober 2012 masih China dengan nilai 23,92 miliar dolar AS dan pangsa 19,23 persen. Jepang berada pada posisi pemasok barang terbesar kedua dengan nilai 19,33 miliar dolar AS dan pangsa 15,54 persen dan Amerika Serikat ada di posisi ketiga dengan nilai 9,65 miliar dolar AS dan pangsa 7,76 persen.

Sedangkan pangsa impor nonmigas dari negara-negara ASEAN tercatat mencapai 21,35 persen dan Uni Eropa sebanyak 9,21 persen.

Sumber :  Antara News

Diskoperindag Sosialisasi Pembangunan Shelter PKL

PEMALANG – Proyek pembangun shelter untuk  para pedagang kaki lima di Alun-alun Pemalang, Selasa (4/9/2012) kemarin disosialisasikan di Kantor Satpol PP oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat. Sosialisasi diikuti oleh perwakilan PKL Alun-alun dan Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun ikut hadir.

Plt. Kepala Diskoperindag Kabupaten Pemalang Ir. Sudaryono, CES melalui Kabid Perdagangan Slamet Waluyo mengatakan, pihaknya baru saja melakukan sosialisasi pembangunan Shelter untuk PKL Alun-alun. Hasilnya semua pedagang yang hadir sepakat untuk saling menjaga  pembangunan shelter tesebut.

“Hanya saja masih ada yang keberatan soal besarnya retribusi sebesar Rp 7000 per meter pertahunnya karena menilai masih sangat mahal,” katanya.

Meskipun pada intinya mereka sepakat dan setuju adanya pembangunan Shelter untuk penataan tempat para pedagang. Namun masih adanya keluhan mahalnya tarikan retribusi.

“Karena masih ada pedagang yang keberatan retribusinya maka kami akan sampaikan kepada Bupati, sehingga tahu persoalan yang masih terjadi di lapangan,” ujarnya seraya menambahkan, kesepakatan lainnya yaitu tidak akan menambah lagi pedagang baru dan apabila nanti ada sepakat untuk  ditolak.

“Kita sepakat untuk menolak pedagang baru karena pembangunan Shelter ini dasarnya kepada pedagang yang sudah mempunyai surat ijin tempat usaha (SITU).”


Sumber : Radar Tegal
Foto : http://4.bp.blogspot.com

Kemendag Dorong UKM Kembangkan Merek

Peningkatan daya saing produk ekspor Indonesia melalui pengembangan merek merupakan langkah strategis yang bermanfaat besar, baik jangka pendek maupun panjang.




SURABAYA – Peningkatan ekspor dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan penggunaan merek yang tentunya, akan juga meningkatkan minat beli dan harga jual.

“Produk dengan merek yang direncanakan dengan baik, didesain secara menarik dan dikomunikasikan secara tepat akan lebih mudah masuk di pasar mancanegara dan bersaing dengan produk-produk negara lain,” ujar Direktur Pengembangan Produk Ekspor dan Ekonomi Kreatif Kementerian Perdagangan (Kemendag), Dody Edward, saat membuka workshop Pengenalan Program Pengembangan Merek & Seleksi Calon UKM-UKM Potensial, di Surabaya, Jumat (10/8/2012).

Menurut Dody, peningkatan daya saing produk ekspor Indonesia melalui pengembangan merek merupakan langkah strategis yang punya manfaat besar, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Workshop dengan tajuk “Adaptasi Produk Dalam Rangka Pengembangan Merek” tersebut dilakukan atas kerja sama Kemendag dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur. Adapun tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program pengembangan merek UKM sekaligus memberikan pengetahuan kepada UKM akan pentingnya merek.

Menurut Dody, saat ini masih banyak pelaku usaha, khususnya UKM, yang belum menyadari peran merek dalam peningkatan daya saing ekspor. Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran pengembangan merek di kalangan pelaku usaha UKM. Berdasarkan kebutuhan tersebut, kata dia, Kemendag melalui Direktorat Pengembangan Ekspor dan Ekonomi Kreatif memberi perhatian pada pengembangan merek UKM produk Indonesia, terutama yang berorientasi ekspor,” terangnya.

“Program terpadu pengembangan merek produk ekspor Indonesia dilaksanakan secara berkelanjutan. Pada 2011 sudah dilaksanakan program terpadu pengembangan merek produk untuk 74 UKM yang akan dilanjutkan di tahun 2012 untuk 75 merek UKM,” jelas Dody.

Untuk tahu ini, program fasilitasi pengembangan merek terdiri dari empat tahapan, yaitu pengenalan program pengembangan merek & seleksi calon UKM-UKM potensial; dialog lanjutan dengan UKM terpilih; penyusunan brand strategy & brand identity untuk UKM terpilih; dan penyerahan hasil kepada UKM terpilih.

Sumber :  Jaring News

Jelang Lebaran, Pakaian Bekas di Alun -alun Pemalang Laris Manis

Jadi Rebutan Buruh Pabrik dan Tukang Becak

Pakaian bekas sisa eksport yang dijual di Alun-alun Kota Pemalang, Jawa Tengah, diserbu ratusan warga miskin Pemalang, Minggu (22/7/2012).

Umumnya, para pembeli pakaian bekas tersebut adalah para buruh dan tukang becak. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya penjual pakain sisa eksport-import ini.

Simpe, warga Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang sehari-harinya bekerja sebagai pengayuh becak mengatakan, jika dengan adanya pakaian bekas itu maka dirinya sangat terbantu. Lantaran harga pakaian baru di toko sangat mahal dan tidak terjangkau bagi masyarakat miskin.

“Dengan adanya penjual pakaian bekas ini saya amat terbantu, karena untuk membeli pakain baru di toko tidak mampu. Harganya selangit. Alhamdulillah, dengan hanya mengeluarkan Rp 50 ribu saya bisa membelikan baju ketiga anak saya dan juga istri saya. Mereka pasti senang mendapat oleh-oleh baju bekas yang masih terbilang layak pakai,” ujarnya kepada LICOM.

Sementara, Mohammad Uki, pedagang baju bekas mengatakan, jika dagangannya sangat diminati masyarakat kelas. “Saya baru tiga hari berjualan disini, namun Alhamdulillah berkah ramadhan dagangan saya laris manis di borong para pembeli. Saya mendapatkan baju sisa eksport-import ini dari Kota Bandung, Jawa Barat. Saya beli per karung dengan harga Rp 250 ribu. Sampai di rumah saya pilah-pilah pakain yang masih layak dijual. Setelah saya cuci dan gosok pakaian bekas ini saya jual keliling dengan mobil pickup ini,” jelasnya.

Harga pakaian pun bervariasi, kaos dijual seharga Rp 5000 per buah, kemeja Rp 8000 hingga Rp 10 ribu dan jelana jeans Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. “Dalam sehari saya mampu menjual 20 sampai 25 potong pakaian. Saya mendapatkan laba bersih per harinya RP 250 ribu hingga Rp 300 ribu. Lumayan untuk tabungan lebaran nanti,” paparnya.

“Biasanya menjelang lebaran nanti saya mampu menjual 2-3 kali lipatnya. Kebanyakan yang membeli dagangan saya ini para warga miskin yang tak mampu membeli pakaian baru di toko atau mall,” tambahnya.


Sumber :  Lensa Indonesia


 

Harga Beberapa Bahan Pokok di Pasar Pemalang Turun

PEMALANG - Harga sembilan bahan pokok di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sampai Kamis 19 Juli 2012 sore, mengalami penurunan sekitar 5 hingga 25 persen. Di tiga pasar ternama di Pemalang yaitu Pasar Pagi Pemalang, Pasar Beji dan Pasar Petarukan, rata-rata harga sembako mengalami penurunan.

Menurut pedagang pasar Pagi Pemalang, Isnaeni, barang-barang yang mengalami penurunan harga adalah telur yang semula Rp 18.500 menjadi Rp 17.500 per kg, minyak goreng semula Rp 12.000 turun menjadi Rp 10.500, kol atau kubis semula Rp 2.500 menjadi Rp 1.500, gula pasir semula Rp 13.000 menjadi Rp 12.000 dan cabe merah Rp 12.000 dari harga semula Rp 20.000.

Hal yang sama juga terjadi di pasar Beji dan pasar Petarukan. Menurut Warsinah, salah satu pedagang di pasar Beji, menyebutkan rata-rata harga sembako mengalami penurunan antara Rp 500 sampai Rp 2000 per kilogramnya.

Sementara menurut data monitoring harga sembako dari Dinas Koperasi UKM Perindsutrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pemalang dari tanggal 17 sampai dengan 19 Juli 2012 dari beberapa pasar di Kabupaten Pemalang, yaitu pasar Belik, Pasar Randudongkal, Pasar Bantarbolang, Pasar Banjardawa, Paduraksa, Comal, Ulujami dan pasar induk Pemalang, tidak semua barang mengalami penurunan harga. Ada barang-barang yang mengalami penurunan, tapi ada juga yang mengalami kenaikan bahkan selama 2 hari itu stabil.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Pemalang, Drs. Slamet Waluyo, M.Si melalui Kasi Distribusi dan Pelindungan Konsumen, Bambang Hardiyanto SE menyebutkan sesuai data, barang-barang yang masih relatif stabil yaitu harga beras.

Disebutkan, bahwa semua jenis beras dari mulai Rajalele, Cisadane sampai Beras Cianjur masih relatif stabil yaitu berkisar antara Rp 7.900 hingga Rp 8.700 per kilogram. Sedangkan harga-harga yang mengalami kenaikan yaitu bawang putih dari Rp 16.000 menjadi Rp 18.000 dan kelapa semula Rp 3.000 naik menjadi Rp 3.500.

“Harga-harga itu akan turun dan stabil pada kisaran pertengahan bulan puasa. Baru setelah itu akan mengalami kenaikan yang cukup drastis, karena pada saat itu kebutuhan masyarakat semakin meningkat apalagi saat mendekati lebaran. Diprediksi harga bisa naik menjadi tiga kali lipatnya,” tutur Hardiyanto.


Sumber :  Pantura News


PKL Bukan Lagi Pedagang Kaki Lima


Istilah pedagang kaki lima diubah menjadi pedagang kreatif lapangan dan tetap disingkat PKL, demikian salah satu keputusan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang sinergi program pengembangan ekonomi dan penataan lingkungan perkotaan melalui penguatan usaha mikro.

"Sekarang bukan pedagang kaki lima, tetapi pedagang kreatif lapangan (PKL)," kata Menteri Perdagangan Mari E Pangestu ketika menjelaskan SKB Tiga Menteri antara Menteri Dalam Negeri, Menteri Perdagangan, dan Menteri Koperasi dan UKM di Kantor Menko Perekonomian di Jakarta, Senin.

Tujuan nota kesepahaman tiga menteri itu untuk mengefektifkan program pemberdayaan PKL dengan mensinergikan program pemberdayaan usaha mikro yang dimiliki oleh masing-masing kementerian.

Dari sisi perdagangan, Kemendag akan mengambil peran melakukan fasilitasi sarana usaha produktif, bimbingan teknis dan pelatihan kewirausahaan kepada usaha mikro dan PKL setelah mendapatkan usulan dari Pemda.

Pemerintah dan pemda dalam menumbuhkan iklim usaha bagi UMKM, menetapkan kebijakan yang meliputi aspek pendanaan, sarana dan prasarana, informasi usaha, kemitraan, perijinan usaha, kesempatan berusaha, promosi dagang, dan dukungan kelembagaan.

Partisipasi dunia usaha dan masyarakat juga penting dalam menumbuhkan iklim usaha UMKM sehingga selalu dikembangkan pola kemitraan.

Menurut dia, wujud nyata kemitraan UKM dengan usaha besar yang sudah dilaksanakan oleh Kemendag adalah kemitraan UKM dengan ritel modern.

Dalam hal memfasilitasi bantuan sarana dan prasarana, Kemendag bermitra dengan PT Sinar Sosro dalam pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro dan PKL sekaligus penataan lingkungan perkotaan melalui perbaikan dan penataan sarana dan prasarna usaha PKL lebih layak bagi 59 PKl di Jakarta.

"Ini merupakan prototype kemitraan pemerintah dengan usaha besar yang diharapkan dapat diikuti pemda lain di seluruh Indonesia dengan menggandeng perusahaan lain melalui program kepedulian," kata Mendag.

Ia menyebutkan, PT Sinar Sosro bersedia melakukan perbaikan sarana usaha yang dimulai dari lima lokasi binaan Pemprop DKI Jakarta.

"Diharapkan ini menjadi cikal bakal program kemitraan pemerintah dan swasta dalam membangun ekonomi dan khususnya PKL secara lebih baik di masa yang akan datang," kata Mendag.



Pemalang Kekurangan LPG


PEMALANG - Akibat kuota dan kebutuhan masyarakat terhadap gas LPG tabung tiga kg tidak seimbang, diperkirakan akan terjadi kekurangan di Pemalang. Kepala Diskoperindag Ir HM Syahroni mengungkapkan, pada bulan ini rencananya pasokan LPG 3 kg untuk Kabupaten Pemalang akan ditetapkan hanya sebanyak 413.730 tabung.

Sedangkan kebutuhan masyarakat perbulannya mencapai 1.215.564 tabung. ''Jika hal itu diterapkan dan tidak ada penambahan maka besar kemungkinan akan terjadi kelangkaan, apalagi pada bulan mendatang sudah memasuki Ramadhan dimana kebutuhan bahan bakar mengalami kenaikan,'' katanya Senin (5/7).

Menurutnya, bupati dan pihaknya sudah mengajukan permohonan tertulis agar kuota ditambah sesuai kebutuhan riil masyarakat. Hal itu penting dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan yang bisa menimbulkan gejolak.

Kendati begitu selama ini belum pernah mengalami kelangkaan gas LPG ukuran 3 kg di Pemalang. Sebab perdagangan masih terjadi secara bebas belum berjalan sesuai rayonisasi, sehingga gas LPG subsidi dari luar kota bisa masuk ke Pemalang.

Namun dengan adanya sistem rayonisasi kekhawatiran kelangkaan gas LPG itu bisa terjadi. Padahal kalau gas langka maka hargapun akan naik pula. Masyarakatlah yang akan dirugikan.

Sumber :  Suara Merdeka
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Diskoperindag Pemalang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger